Archive

Archive for September, 2010

Kandungan Bahan Kimia dalam Rokok

September 22, 2010 Leave a comment

Merokok tampaknya menjadi trend yang paling terkenal untuk bersosialisasi saat ini. Kebanyakan masyarakat bahkan remaja lebih santai dan nyaman jika mereka merokok. Umumnya mereka belum mengenal bahan kimia yang apa saja yang ditemukan  dalam rokok. Sebagian besar bahan kimia yang disetujui sebagai bahan tambahan makanan, tetapi tidak diuji dengan keuntungan yang baik ketika dibakar. Read More

Manakah Asam Kuat dan Basa Kuat?

September 14, 2010 Leave a comment

Aminu Irfanda Supanda

Asam Kuat (semuanya terdissosiasi sempurna dalam air) contohnya:
Asam klorida: HCl
Asam bromida: HBr
Asam iodida : HI
Asam sulfat : H2SO4
Asam nitrat : HNO3
Asam perklorat : HClO4

beberapa asam berikut dapat juga dikategorikan asam kuat:
Asam klorit (HClO3), Asam bromit (HBrO3), Asam perbromat (HBrO4), Asam iodit (HIO3), and Asam periodat (HIO4).

Basa Kuat (semuanya terdissosiasi sempurna dalam air) contohnya:
Lithium hidroksida : LiOH
Natrium hidroksida : NaOH
Kalium hidroksida : KOH
Rubidium hidroksida : RbOH
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2
Strontium hidroksida : Sr(OH)2
Barium hidroksida : Ba(OH)2

Catatan: Basa kuat dengan 2 gugus OH, pada saat dilarutkan dalam air maka OH dalam larutan konsentrasi basanya menjadi 2 kali. Seperti halnya asam sulfat memiliki 2 ion H+‘,hanya satu ion yang terdissosiasi dalam air. Sementara proton kedua tidak berkontribusi penuh dalam menentukan keasaman larutan asam sulfat. (Baca dan diskusikan Teori Asam Basa Bronsted Lowry)

Sumber: http://wiki.answers.com/Q/What_are_all_the_strong_acids_and_strong_bases

Categories: Tutorial Tags: ,

Tahun Kimia Internasional 2011 (International Year of Chemistry 2011)

September 14, 2010 Leave a comment

Chemistry—Our Life, Our Future

Dewan Kimia Amerika (The American Chemistry Council, ACC) mengajak dunia industri dan organisasi profesional di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia dalam merayakan Tahun Internasional Kimia pada Tahun 2011 (yang juga dikenal sebagai IYC 2011).
IYC 2011 memberikan kesempatan yang unik untuk merangkul kimia yang berkontribusi penting terhadap kualitas hidup kita: ekonomi, kesehatan dan obat-obatan, efisiensi energi, lingkungan bersih, keamanan nasional, komunikasi, keamanan pangan, air bersih dan banyak lagi. Slogan IYC: “Chemistry—Our Life, Our Future” Read More

Mencari pH Campuran Asam-Basa

September 4, 2010 2 comments

Aminu Irfanda Supanda

Dalam mencari pH suatu larutan yang dibuat dengan mencampurkan asam dan basa, rumus pH yang kita gunakan sangat bergantung kepada komposisi campuran pada akhir reaksi. Ada empat kemungkinan mengenai komposisi tersebut:

  1. Jika asam kuat dan basa kuat yang dicampurkan tidak ada yang bersisa (semuanya habis bereaksi), maka yang terbentuk adalah larutan garam netral, berarti pH = 7.
  2. Jika asam lemah dan basa kuat atau basa lemah dan asam kuat yang dicampurkan dan terdapat sisa asam lemah atau basa lemah, maka yang terbentuk adalah larutan penyangga (buffer). Gunakan rumus larutan penyangga.
  3. Jika asam lemah dan basa kuat atau basa lemah dan asam kuat yang dicampurkan tidak ada yang bersisa (semuanya habis bereaksi), maka yang terbentuk adalah larutan garam yang berasal dari yang lemah (hidrolisis). Begitu juga jika campuran tersebut berasal dari basa lemah dan asam lemah akan terbentuk hidrolisis total.
  4. Jika terdapat sisa asam kuat atau sisa basa kuat, maka yang terbentuk adalah larutan asam kuat atau basa kuat. Gunakan rumus pH asam kuat atau pH basa kuat.
Categories: Hand Out Tags: , ,

Penyetaraan Reaksi Redoks: Metode Ion Elektron

September 2, 2010 3 comments

Febryan Amir Tarisa & Youvanka Wismirrah

Pada tutorial ini akan dibahas cara menyetarakan suatu reaksi redoks pada suasana asam atau basa. Sebelumnya perlu dipahami bahwa suatu reaksi dikatakan setara apabila:

(a) jumlah atom pada ruas kiri sama dengan ruas kanan.

(b) jumlah muatan di ruas kiri sama dengan di ruas kanan.

Karena kebanyakan reaksi redoks berlangsung dalam larutan air, maka molekul H2O, ion dan ion akan sering berpartisipasi, baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi.

Baik kita akan membahas penyetaraan dengan metode ion elektron. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Reaksi dipecah menjadi dua persamaan setengah reaksi, lalu masing-masing disetarakan melalui urutan sebagai berikut:

(a) Setarakan jumlah atom selain atom O dan H, dengan menambahkan koefisien.

(b) Setarakan jumlah atom O dengan menambahkan H2O secukupnya di ruas yang kekurangan O.

(c) Setarakan jumlah atom H, dengan menambahkan H+ secukupnya di ruas yang berlawanan

(d) setarakan jumlah muatan dengan menambahkan elektron seruas dengan H+

Jika suasana asam penyetaraan selesai. Jika suasana basa H+ harus diganti dengan OH dengan cara sebagai berikut:

(e) Tambahkan OH pada kedua ruas sebanyak H+

(f) gabungkan H+ dan OH menjadi H2O

(g) kurangilah kelebihan H2O

2. Setarakan jumlah elektron pada dua buah setengah reaksi dengan menambahkan koefisien

3. Akhirnya, jumlahkanlah kedua buah setengah reaksi tersebut

Contoh 1:

Reaksi redoks pada suasana asam

Cr2O72- + SO2 → Cr3+ + HSO4

Cr2O72- → Cr3+

Cr2O72- + 14H + 6e → 2Cr3+ + 7H2O …………………..(1)

SO2 → HSO4

SO2 + 2H2O → HSO4 + 3H+ + 2e ………………(2)

Reaksi (1) tetap sementara reaksi (2) dikalikan 3

Cr2O72- + 14H + 6e → 2Cr3+ + 7H2O

3SO2 + 6H2O  → 3HSO4 + 9H+ + 6e

_______________________________________ +

Cr2O72- + 3SO2 + 5H+ → 2Cr3+ + HSO4 + H2O

Contoh 2:

Reaksi redoks pada suasana basa

Al + NO3 → AlO2 + NH3

Al + 2H2O → AlO2 + 4H+ + 3e

Al + 2H2O + 4OH- → AlO2 + 4H+ + 4OH + 3e

Al + 2H2O + 4OH- → AlO2 + 4H2O + 3e

Al + 4OH → AlO2 + 2H2O + 3e……………………….(1)

NO3 → NH3

NO3 + 9H+ + 8e → NH3 + 3H2O

NO3 + 9H+ + 9OH+ 8e → NH3 + 3H2O + 9OH

NO3 + 9H2O + 8e → NH3 + 3H2O + 9OH

NO3 + 6H2O + 8e → NH3 + 9OH………………………(2)

Reaksi (1) dikali 8, dan reaksi (2) dikalikan 3:

8Al + 32OH → 8AlO2 + 16H2O + 24e……………………….(1)

3NO3 + 18H2O + 24e → 3NH3 + 27OH………………………(2)

___________________________________________________ +

8Al + 3NO3 + 5OH + 2H2O → 8AlO2 + 3NH3

Mudah bukan.

*) Penulis adalah siswa-siswi kelas XII-IA-1 SMA Negeri 1 Sumbawa Besar

Hand Out: Teori Domain Elektron

September 1, 2010 Leave a comment

Teori Domain Elektron

Aminu Irfanda Supanda

Pendahuluan

Anda tentu mengenal ikatan kovalen yang telah dipelajari di kelas X. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk akibat penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh 2 unsur yang berikatan. Penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh setiap unsur akan menstabilkan unsur tersebut, karena unsur-unsur tersebut akan memiliki susunan elektron seperti susunan elektron pada gas mulia.

Untuk memudahkan Anda melukiskan ikatan kovalen, molekul-molekul yang akan berikatan dapat digambarkan menggunakan struktur Lewis. Perhatikan struktur Lewis molekul air berikut ini:

Dari struktur di atas digambarkan bahwa atom-atom penyusun air disusun secara garis lurus (linear). Namun penentuan secara eksperimen menunjukkan bahwa bentuk molekul air tidak linear, melainkan membentuk sudut. Mengapa demikian?

Unsur-unsur yang saling berikatan memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung pada jumlah pasangan elektron yang terlibat. Bentuk molekul dipengaruhi oleh susunan ruang pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) pada atom pusat suatu molekul. Teori Domain Elektron menyatakan bahwa “pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas tolak-menolak sehingga tiap-tiap pasangan elektron cenderung berjauhan satu sama lain untuk meminimalkan gaya tolakan tersebut”. Teori ini juga disebut teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) atau Teori Tolakan Pasangan Elektron Valensi. Teori  ini dikembangkan oleh R.J. Gillespie dan R.S. Nyholm. Teori Domain Elektron menggambarkan arah pasangan elektron baik PEI dan PEB terhadap atom pusat.

Menurut Ralph H. Petrucci (1985), teori Domain Elektron merupakan penyempurnaan dari teori VSEPR.  Teori ini adalah suatu cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan tolak menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusat. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut:

  1. Setiap elektron ikatan (apakah ikatan tunggal, rangkap atau rangkap tiga) merupakan 1 domain.
  2. Setiap pasangan elektron bebas merupakan 1 domain.


Teori domain elektron mempunyai prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:


a. Antar domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian rupa, sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum.

b. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah:

Tolakan antar domain elektron bebas > tolakan antara domain elektron bebasdengan domain elektron ikatan > tolakan antara domain elektron ikatan.

c. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat.

Bentuk Molekul

Metode AXE

Jumlah domain (pasangan elektron) dalam suatu molekul dapat dinyatakan sebagai berikut.

• Atom pusat dinyatakan dengan lambang A.

• Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X.

• Domain elektron bebas dinyatakan dengan E.

jhja