April 26, 2012 Leave a comment

hmm…hmm….hmm…!!”gumam Nikel (Ni) pelan sambil berjalan hilir mudik didepan Besi (Fe) dan Krom (Cr). Mereka bertiga sedang menunggu manusia untuk membantunya membuat campuran logam tahan asam atau yang disebut Nikrom.

“Nikel..! kau bisa diam tidak? Dari tadi jalan terus hilir mudik kayak setrikaan, bentar lagi kita kan mau bantu manusia buat….apa sih?Krom! manusia tadi bilang apa ya, aku lupa lagi, kita-kita ini mau dipadukan lalu namanya perpaduan kita itu apa lupa lagi?”teriak Besi

“Campuran logam tahan asam! itu yang disebut Nikrom” jawab Krom

“Iya, itu…Nikrom, kau duduklah sebentar Nik, jangan hilir mudik mulu”

“Besi, aku gugup…aku kan baru sekarang mau dipadukan dengan kau dan si Krom, kalau dengan Tembaga dalam membuat koin/Monel aku sering” sahut Nikel (Ni)

“Iya duduk dulu, sebentar lagi manusia-manusia itu datang, tumben kau merasa gugup, biasanya juga kalau denganku bantu manusia membuat sendok makan biasa aja tuh” balas Besi

“Itukan sering Besi! Mendadak rewel sih kau ini, tapi ngomong-ngomong kau berapa % sih nyumbang tubuhmu buat Nikrom itu?”tanya Nikel sambil berhenti melangkah dan menatap kearah Besi

“Aku, Cuma 25%” sahut Besi balik menatap

“Kau Krom?berapa %?”Tanya Nikel lagi pada Krom

“15%lah ngapain banyak-banyak?”jawab Krom (Cr)

“Berarti aku yang paling banyak 60%”

“Gak papalah buat Monel juga kau 60% kan daripada Tembaga yang 40%, amal…nik,amal!”teriak Besi

“Amal sih amal, tapi lama-lama aku bisa habis juga”

“Mang sejak kapan sih, kau suka jadi aliansi para logam?”Krom yang bertanya

“Ya sejak manusia bernama Axel Crostedt tahun1751 menemukanku, sejak saat itu aku banyak diburu, selain pelapis logam tahan karat tentunya, aku bersama Tembaga memulai karier cie…karier, jadi mata uang di Amerika serikat dan Switzerland” jawab Nikel

“Wah, enak dong pernah  jadi mata uang negara Adi kuasa” komentar Krom

“Itu dulu, waktu jadi mata uang syiling ya, secara dia itu putih mengkilat ha..ha…” ejek Besi

“Gak bosan apa jadi aliansi para logam terus?” tanya Krom lagi

“Enggak sih, tapi selain jadi aliansi para logam sekali-kali aku juga suka jadi katalis reaksi adisi H2 dalam membantu manusia membuat mentega atau margarin”

“Oya, enak ya, tapi manusia-manusia itu pada kemana ya?kok belum datang juga sih?”kata Krom sambil berdiri melirik kesana kemari

“Iya nih, padahal ditempatku rasanya suhunya sudah mencapai 3005K, aku bisa mendidih nih” kata Nikel

“Ah masa, ditempatku adem-adem aja tuh” sahut Besi masih duduk acuh tak acuh

“Ya sudah, bagaimana kalau kita pulang dulu kerumah masing-masing entar kita kumpul lagi disini, oya Nik, aku tidak tahu rumahmu, bagaimana nanti menghubunginya?” Tanya Krom lagi

“Gampang Rumahku dekat Paladium sama Platina kok, jemput aja entar di kampung Sistem Periodik Unsur di gang 4 blok VIIIB nomor rumah 28” jawab Nikel

“Masih seblok sama aku, entar sama-sama aja lah jemputnya” sahut Besi lagi

“Boleh, oya aku lupa kata manusia selain membuat Nikrom kita juga kedepannya ada rencana buat baja Stainless Steel “sahut Krom

“Buat apa baja kayak gitu?” Tanya Besi

“Katanya sih buat pembuatan rel kereta api, senapan dan thank”

“Oh, ya sudah, aku juga mau membantu manusia membuat campuran logam electroplating dulu, nanti jangan lupa ya Krom jemput aku” kata Nikel

“Oke nik, selamat bertugas!”

Ditulis oleh Halimah Pakot pada 17-04-2010 di http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/cerpen-kimia-nikel-aliansi-para-logam/

Categories: Uncategorized

Merkuri dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia

July 29, 2011 1 comment

Sumbawa Besar – Kami berusaha akan menjawap pertanyaan Saudari Agustina pada posting terdahulu tentang bahaya merkuri pada kesehatan manusia perlu kami jelaskan bahwa Merkuri  (air raksa, Hg) adalah salah satu jenis logam yang  banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu – batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai  senyawa anorganik dan organik. Umumnya kadar dalam tanah, air dan  udara  relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini, misalnya aktivitas penambangan   yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton / tahun. Pekerja yang  mengalami pemaparan terus menerus  terhadap  kadar 0,05 Hg mg /m3 udara menunjukkan gejala nonspesifik berupa neurastenia, sedangkan  pada kadar 0,1 – 0,2  mg/m3 menyebabkan tremor. Dosis fatal garam merkuri  adalah  1 gr.

Bahaya utama terhadap kesehatan antara lain:

1. Merkuri elemental (Hg)
(a) Inhalasi: paling sering menyebabkan keracunan. (b) Jika tertelan ternyata tidak menyebabkan  efek toksik karena absorpsinya yang  rendah  kecuali jika ada fistula atau penyakit inflamasi gastrointestinal  atau  jika  merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal. (c) Intravena dapat menyebabkan emboli paru.
Karena bersifat larut dalam lemak, bentuk merkuri ini mudah melalui  sawar otak  dan  plasenta. Di otak ia akan berakumulasi di korteks  cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik (Hg++ )  ion merkurik ini akan berikatan dengan  sulfhidril  dari protein enzim  dan protein seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

2.  Merkuri  inorganik:
Sering diabsorpsi  melalui gastrointestinal, paru-paru dan kulit.  Pemaparan  akut dan kadar tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan  pada pemaparan kronis dengan dosis rendah dapat menyebabkan proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis.

3.  Merkuri organik:

Merkuri organik terutama bentuk rantai pendek alkil (metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan penyempitan lapang pandang.   Metil merkuri  mudah pula melalui plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Lebih lengkap info dapat di download di sini

Categories: Khazanah Ilmu

2010 Nobel Prizes

October 28, 2010 Leave a comment

Posted by: Aminu Irfanda Supanda

The Nobel Prizes in different fields that are awarded are the most prestigious awards in the world. The prizes were established in accordance to the will of Alfred Nobel, Swedish chemist, who invented dynamite. The prizes instituted in 1901 according to his will were for Physics, Chemistry, Physiology, Literature, and Peace. The prize commonly known as the Nobel Prize in Economics is actually the Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel which was established in 1968. While it is not actually a Nobel Prize, the announcement for the same is made with all the other categories, with the exception of the Peace Prize which is awarded in Norway. The Nobel Prize 2010 was awarded this month and the list of the winners is given below. Read Moree

Siklus Karbon (Carbon Cycle)

October 26, 2010 Leave a comment

Diposting oleh: Aminu Irfanda Supanda

Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui). Baca Selengkapnya

Global Warming

October 26, 2010 1 comment

Diposting oleh: Aminu Irfanda Supanda

Apa itu Pemanasan Global

“Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami

peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat? Read More

Categories: Khazanah Ilmu Tags: ,

Kerusakan Biota Laut dan Nurani Manusia

October 25, 2010 Leave a comment

Diposting oleh: Aminu Irfanda Supanda

Tingginya kadar asam melarutkan kalsium karbonat kerang dan rangka luar (cangkang). Bahkan konsentrasi asam yang lebih tinggi  akan memperlambat pembentukan cangkang kerang dan eksoskeleton (kalsifikasi). Sejak zaman pra-industri, pH lautan telah berubah dari

sekitar 8,18 menjadi sekitar 8,08 karena tingginya tingkat pencemaran di lautan. Perbedaan 0,1 setara dengan sekitar 25% peningkatan konsentrasi ion H+. Pada akhir abad ini, kenaikan tersebut menjadi sekitar 225%. Hal inilah yang telah membuat para ahli kelautan khawatir karena beberapa karang yang mati sekarang dari arus tingginya konsentrasi asam. Mereka khawatir apa yang akan terjadi jika yang melompat sembilan kali lipat (25% sampai 225%). Read More

Categories: Khazanah Ilmu Tags: ,

Mengapa Emas Berwarna Kuning Emas (Golden Yellow) dan Tembaga Berwarna Merah Tembaga (Copper Red)?

October 25, 2010 Leave a comment

Diposting oleh: Aminu Irfanda Supanda

A. Emas (Gold/Aurum)

Warna yang terdapat pada emas disebabkan oleh frekuensi plasmon emas yang terletak pada julat penglihatan, yang mengakibatkan warna merah dan kuning dipantulkan sementara warna biru diserap. Disamping itu jika dilihat dari susunan elektronnya, emas memiliki susunan elektron terluar yaitu 4f14 5d10 6s1 (konfigurasi elektron 79Au : [54Xe] 4f14 5d10 6s1). Susunan elektron ini berkaitan dengan sifat warna kuning emas. Warna logam terbentuk berdasarkan transisi elektron di antara ikatan-ikatan energinya. Kemampuan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu untuk menghasilkan warna emas yang khas, terjadi karena transisi ikatan d yang melepaskan posisi di ikatan konduksi. Penambahan unsur-unsur campuran berdampak pada warna emas. Misalnya, penambahan unsur nikel atau paladium akan memutihkan emas. Read More

Categories: Khazanah Ilmu Tags: ,
%d bloggers like this: