Home > Khazanah Ilmu > Merkuri dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia

Merkuri dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia

Sumbawa Besar – Kami berusaha akan menjawap pertanyaan Saudari Agustina pada posting terdahulu tentang bahaya merkuri pada kesehatan manusia perlu kami jelaskan bahwa Merkuri  (air raksa, Hg) adalah salah satu jenis logam yang  banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu – batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai  senyawa anorganik dan organik. Umumnya kadar dalam tanah, air dan  udara  relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini, misalnya aktivitas penambangan   yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton / tahun. Pekerja yang  mengalami pemaparan terus menerus  terhadap  kadar 0,05 Hg mg /m3 udara menunjukkan gejala nonspesifik berupa neurastenia, sedangkan  pada kadar 0,1 – 0,2  mg/m3 menyebabkan tremor. Dosis fatal garam merkuri  adalah  1 gr.

Bahaya utama terhadap kesehatan antara lain:

1. Merkuri elemental (Hg)
(a) Inhalasi: paling sering menyebabkan keracunan. (b) Jika tertelan ternyata tidak menyebabkan  efek toksik karena absorpsinya yang  rendah  kecuali jika ada fistula atau penyakit inflamasi gastrointestinal  atau  jika  merkuri tersimpan untuk waktu lama di saluran gastrointestinal. (c) Intravena dapat menyebabkan emboli paru.
Karena bersifat larut dalam lemak, bentuk merkuri ini mudah melalui  sawar otak  dan  plasenta. Di otak ia akan berakumulasi di korteks  cerebrum dan cerebellum dimana ia akan teroksidasi menjadi bentuk merkurik (Hg++ )  ion merkurik ini akan berikatan dengan  sulfhidril  dari protein enzim  dan protein seluler sehingga menggangu fungsi enzim dan transport sel. Pemanasan logam merkuri membentuk uap merkuri oksida yang bersifat korosif pada kulit, selaput mukosa mata, mulut, dan saluran pernafasan.

2.  Merkuri  inorganik:
Sering diabsorpsi  melalui gastrointestinal, paru-paru dan kulit.  Pemaparan  akut dan kadar tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan  pada pemaparan kronis dengan dosis rendah dapat menyebabkan proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis.

3.  Merkuri organik:

Merkuri organik terutama bentuk rantai pendek alkil (metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan penyempitan lapang pandang.   Metil merkuri  mudah pula melalui plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Lebih lengkap info dapat di download di sini

Categories: Khazanah Ilmu
  1. November 4, 2011 at 2:31 pm

    mksh udh menambah wawasan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: